Thursday, 26 November 2020
  • >
  • >

Beranda

Hari Guru, Bupati Pangkep Sumbang PGRI Rp300 juta

  • Category: Beranda
  • Published: Thursday, 26 November 2020 01:31
PANGKEP.KAB -- Kepedulian Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid untuk memajukan organisasi PGRI ditunjukkan saat menghadiri peringatan hari guru dan hari ulang tahun(HUT) ke-75 Persatuan Guru Republik Indonesia(PGRI). Diacara HUT Organisasi ini, Syamsuddin memberikan sumbangan Rp 300 juta.
 
Peringatan hari guru dan HUT PGRI ke 75  tingkat Kabupaten Pangkep  dilaksanakan di aula SMAN 11 Pangkep, Rabu(25/11)
 
Bupati Pangkep Syamsuddin A Hamid dalam sambutannya menyatakan, selama ini PGRI tidak pernah mendapatkan bantuan anggaran. Olehnya itu, untuk tahun 2021 ia memberikan bantuan dana sebesar Rp 300 juta.
 
" Dari nilai besaran bantuan itu meliputi anggaran Rp 200 juta untuk operasional, dan Rp100 juta untuk semua yang berprestasi,"ujar Syamsuddin.
 
Dijelaskan Bupati dua periode ini, Pemkab Pangkep akan terus mendorong guru-guru agar terus menciptakan orang-orang pintar, sesuai tugasnya sebagai tenaga pendidik.
 
Dalam kesempatan ini, Bupati melakukan pemotongan tumpeng  sebagai kado dalam peringatan hari Guru dan HUT PGRI. Selain itu Syamsuddin juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba. (Mcpangkajene)
 
 
 

Ritual Adat Mappalili, Komando Turun Sawah di Kab. Pangkep

  • Category: Beranda
  • Published: Wednesday, 25 November 2020 04:16

Pangkep.kab – Ritual adat Mappalili, dilakasanakan di kecamatan Labakkang. Sebagaimana pembacaan sejarah Mappalili yang dibacakan Andi Sukri Karaeng Mamma.

Mappalili dalam bahasa bugis berarti menjauhkan hal-hal yang bakal mengganggu atau merusak tanaman padi

Dahulu kala, Mappalili digelar selama tujuh hari tujuh malam. Akan tetapi, karena pertimbangan biaya dan waktu dipersingkat menjadi dua hari dua malam tanpa mengurangi nilai dan maknanya.

Mappalili atau komando turun sawah, adalah suatu upacara ritual adat masyarakat Labakkang yang masih dipertahankan hingga sekarang yang dilaksanakan di Balla Lompoa atau Bola Arajang.

Dahulu kala, Karaeng Labakkang dalam upacara ritual adat Mappalili didampingi oleh 25 pemangku adat dan dua anrong guru.

Mappalili, didahului dengan A’tudang sipulung. A’tudang sipulung membahas terkait tehnis, baik jadwal turun sawah, hambur dan tanam. Termasuk musyawarah memadukan tehnis pertanian dan sistem budaya yang ada di Pinati.

Pagi harinya, mulai dari rumah adat sampai tanah adat serangkaian kegiatan digelar sebagai penanda komando turun sawah.

Camat Labakkang, H Abd Haris, menjelaskan, Mappalili ini adat budaya leluhur jaman dahulu. Setiap menjelang musim gaduh, harus melalui sejumlah proses.

“Mulai dari jadwal turun sawah, hampur dan jadwal tanam. Pada malam hari H, ada istilah A’tudang Sipulung. Membahas masalah tehnis dari pertanian Termasuk musyawarah memadukan tehnis pertanian dan sistem budaya yang ada di Pinati,”

“Pagi harinya, mulai dari rumah adat sampai tanah adat serangkaian kegiatan digelar sebagai penanda komando turun sawah,” terang Abd Haris, Selasa (24/11).

Harapannya, melalui Mappalili ini agar hasil yang diperoleh lebih baik lagi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid yang diwakili oleh kepala dinas Pariswisata dan Kebudayaan Ahmad Djamaan, Dandim 1421 Pangkep Letkol Infantri Adi Sabaruddin, Kapolres Pangkep AKBP Endon Nurcahyo, Camat Labakkang dan sejumlah tokoh adat. (Mcpangkajene)

 

Subcategories

Statistik Pengunjung

1213751
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total Pengunjung
1881
2613
11981
1187214
61182
72197
1213751

Your IP: 114.7.195.129
2020-11-26 14:54

Pengunjung

We have 31 guests and no members online

Kontak Kami

  • 0410-
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  •  www.pangkepkab.go.id
google maps api key